Archive for Pregnancy

Labor Summary

The Royal Women’s Hospital, Melbourne

Mother

Mother: Admitted 03/04/2008, Transferred from 44, to Ward 41, Bed 12

Delivered Time: 21:42

Estimated Gestation: By Dates – 41 Weeks; By Ultrasound – 41 Weeks

Labor and Delivery: Spontaneous Labor, Liquor Meconium, 1st Stage: 19 Hours, 2nd Stage: 42 Mins, 3rd Stage: 6 mins. Total Observed Labour: 19 hours 48 mins

Labor and Delivery: Membranes ruptured on 03 April 2008, at 17:30. Hindwater ruptured on 03 April 2008 at 15:30.

Type of Delivery: Normal

Analgesia: Intramuscular Narcotics, Nitrous Oxide, Other

Blood Loss: 400ml, No transfusion

Baby:

Condition: Live

Sex: Girl

Birth Weight: 3188 Gr

Birth Length: 50cm

Alhamdulillah … Welcome to The World My Dear

Apr 4, ’08 12:33 AM
for everyone
We arrived in Royal Women hospital this morning (Thursday, 3 April 08) at around 4AM.
They admitted us to the Emergency Section, just to have check and continously monitor on the mums and bubz.

5.30AM, the midwive performed an internal check. 4cm dilation.
9.30AM, another internal check, still at the Emergency Room. 5cm dilation.
1.30PM, another internal check, this time at the small room in the Birth Centre (Lv 4). 6 cm dilation.
5.50pm. Still betwen 6-7cm.
Ranie is on Gas and Pethadine to minimize her contractions pain.
7.30pm doctor broke her water (the one on top of the bubz’ head) in order to fast things around, and give her a “drip” to make the contractions closer together.
9.00pm, Ranie is ready to push the baby. Alhamdulillah Ranie was doing extremely well. I did not her scream at all (I heard the other two ladies screaming really loud from next door. I thought Ranie will do the same. But Alhamdulillah, she’s very patience indeed).

9.42pm. Baby is born into this world. Alhamdulillah.

All that weariness from waiting all day round, just vanished into the air as soon as we see the baby.
Midwives straigth away put the baby on Ranie’s chest to give a skin-to-skin contact between the mum and the baby (no bath, no cleaning … but apparently this is very good the baby-mum wellbeing and bonding/attachment). Placenta still connected, and Alhamdulillah I did the cutting of the placenta.

Adzan on her right ear, Iqamah on her left ear.

———–
I’m rewriting this in the office the next day (Friday April 04, 2008).
I’ll rewrite this again later on, just want to put some record of our experience.

Luv u Bunda.
Luv u our lil baby :) Akhirnya kita ketemu juga yah sayang … ^_^ Sing jadi anak yang shalehah, yang pintar, yang tidak (mudah) putus asa, yang beriman dan bertaqwa, yang bisa kukuh memegang iman Islam sampai akhir hayatnya, yang bisa memberikan banyak manfaat dan kontribusi positive kepada masyarakat sekitar, apalagi untuk orang2 yang betul2 membutuhkan. Amin.

Wassalaam
Sidqie

Weight: 3.18Kg
Lenght: 50 Cm

(Relatively) Heavy contractions starts

Melbourne, Apr 3, ’08 3:33 AM

Ranie’s been having some (irregular) heavy contractions since 11.30pm (Wednesday, 2 Apr 08).

It’s Thursday, around 3AM now. My Wife getting more regular contractions since 1.30AM …

Called up the Emergency Dept at Royal Women Hospital, and consult with them.

Is it time?
Wallahu alaam.

Better be prepared.

We’ll be going to the hospital soon.

Pray for us. Insha Allah.

Wassalaam
Sidqie & Ranie.

Ayat-Ayat Cinta … Refleksi

Melbourne, Mar 26, ’08 10:31 PM

Ayat Ayat Cinta – Refleksi Diri

*Edited version, untuk Majalah Ibrah edisi Bulan April 2008*

Salaam,

Saya baru selsai membaca Novel Ayat Ayat Cinta, ditulis oleh Habiburrahman El Shirazy, atau yang akrab disapa dengan panggilan Kang Abik ini.

Akhir February lalu, cerita dalam novel ini ditranslasikan ke film layar lebar. Ini menjadi diskusi hangat komunitas Indonesia terlihat dari banyaknya blog-review-artikel bertebaran di dunia Maya. Tidak hanya di Tanah Air, tapi juga di Mancanegara.

Karena film ini baru saja launching di Indonesia, maka otomatis, filmnya tidak (atau belum) secara resmi ditayangkan di Melbourne. Saya “berperang keras” untuk menolak godaan menonton DVD-DVD bajakan yang sudah tersebar diantara rekan-rekan saya disini maupun via situs Youtube. Ini memaksa saya mencari alternative lain untuk mencari informasi tentang cerita Ayat-Ayat Cinta.

Alhamdulillah, seorang rekan saya dengan senang hati meminjamkan buku ini.

Novel Ayat Ayat Cinta sarat dengan da’wah Islamiyah, namun tetap terbungkus dengan (sangat) apik dalam alur cerita yang indah dan menyentuh hati. Pembaca pun diajak untuk mengenal Karakter Utama bernama Fahri, dan terjun di dalam dunianya di Cairo.

Saya tidak akan melakukan ‘book review’ Novel ini, tapi saya hanya ingin sekedar berbagi kesan ketika saya terjun dalam dunia Ayat Ayat Cinta.

Kesan pertama ketika saya membuka lembaran-lembaran awal, “whow … this book is great! Engga nyangka penulis mengambil bermacam-macam referensi dari Quran, buku-buku Sunnah Nabi SAW, dan literatur-literatur Islam lainnya. Tapi cara penyampaian da’wahnya sangat halus, seiring dengan jalan cerita si Main Character. Nice”.

Sebetulnya begitu banyak hikmah yang bisa saya dapatkan di dalam setiap bab-bab Ayat Ayat Cinta. Dalam bab 3, misalnya, yang berjudul “Kejadian di Metro”, membahas perihal kewajiban kaum Muslimin untuk memberikan perlindungan sebaik-baiknya kepada ahlu-dzimmah – yaitu semua orang non-muslim yang berada di dalam negara kaum muslimin. Terhadap jiwa mereka, harta kekayaan mereka, dan hak-hak mereka.

Pada kali ini, saya sengaja “tinggalkan” pembahasan tersebut, dan memfokuskan kepada tema romantisme yang menjadi inti novel Ayat Ayat Cinta.

Bab 30 – Ayat Ayat Cinta
Ada satu percakapan antara Fahri dan Aisha –istrinya-, ketika Fahri dimasukkan ke dalam penjara karena difitnah melakukan perkosaan. Singkat kata, Aisha ingin membebaskan Fahri dengan menyuap beberapa karakter antagonis yang memasukkan Fahri ke dalam penjara.
Percakapannya sebagai berikut (pp. 361-362)

“Aisha isteriku, apakah engkau benar-benar mencintaiku?” tanyaku.

Aisha menganggukkan kepala.

“Aku juga sangat mencintaimu. Dan aku tak ingin kita sekarang ini saling mencintai kelak di akhirat menjadi orang yang saling membenci dan saling memusuhi”

“Apa maksudmu? Apakah ada dua orang yang di dunia saling mencintai di akhirat justru saling memusuhi?” tanyanya.

“Jika cinta keduanya tidak berlandaskan ketakwaan kepada Allah maka keduanya bisa saling bermusuhan kelak di akhirat. Apalagi jika cinta keduanya justu menyebabkan terjadinya perbuatan maksiat baik kecil maupun besar. …. Seseorang yang sangat mencintai kekasihnya sering melakukan apa saja demi kekasihnya. Terkadang juga tidak peduli pada pertimbangan dosa atau tidak dosa. Jika yang dilakukan adalah dosa tentu akan menyebabkan keduanya akan bermusuhan kelak di akhirat. … Inilah yang telah diperingatkan oleh Allah SWT dalam surat Az-Zuhruf ayat 67: Orang-orang yang akrab saling kasih mengasihi, pada hari itu sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain, kecuali orang-orang yang bertakwa’

Isteriku, aku tak ingin kita yang sekarang ini saling menyayangi dan saling mencintai kelak di akhirat justru menjadi musuh dan seteru. Aku ingin kelak di akhirat kita tetap menjadi sepasang kekasih yang dimuliakan Allah SWT.

… Jika memang kematianku ada di tiang gantungan, itu bukan suatu hal yang harus ditakutkan. Beribu-ribu sebab, tapi kematian ada satu, yaitu kematian. Yang membedakan rasanya seseorang mereguk kematian adalah besarnya ridha Tuhan kepadanya. Isteriku, aku sangat mencintaimu. Aku tak ingin kehilangan dirimu di dunia ini dan aku lebih tak ingin kehilangna dirimu di akhirat nanti.”

Dialog ini kemudian melayangkan kisah-kisah yang telah saya alami, maupun mendengarkan cerita orang-orang terdekat saya yang mengalami kejadian serupa. Ah, berapa banyak hal-hal yang telah kita lakukan, dikarenakan kita terlalu mencintai makluk-Nya dan dunia ini, sehingga melakukan maksiat terhadap sang Khaliq.

Karena terlalu cinta pada Dunia, maka hati tidak berusaha menjaga mata dan penglihatan.

Karena terlalu cinta pada Dunia, maka hati tidak berusaha menjaga lisan dan langkah kaki.

Karena jasad takut kekurangan uang untuk memberi makan dan pakaian untuk istri dan anak-anak, maka ayah pun menghalalkan segala cara, atau ‘berusaha’ sembunyi dibalik logika.

“Ah, bunga kartu kredit kecil, bisa lah dicicil dalam 1-2 tahun demi mendapatkan perabotan rumah”

“Boleh lah saya ambil project ini, sekali aja kok, biar bisa mendapatkan bonus uang tambahan”, meski dalam nurani terdalam proyek ini termasuk mendekati makruh.

“Engga apa-apa yah Ayah coba kerja di industry ini, gaji-nya hampir dua kali lipat apa yang Ayah dapat sekarang, k?”

Mudah-mudahan Allah memberikan Rahmah dan Maghfirah-Nya atas kealpaan hamba-Nya, dan memberi peringatan sebelum akhir hayat kita agar kita bertobat, dan mendapatkan Husnul Khatimah dengan seijin Allah SWT.

Sungguh, saya tidak ingin berseteru di Hari Akhir nanti dengan orang-orang yang saya cintai. Isteri, dan anak-anak. Apalagi Orang Tua saya sendiri.

Orang Tua? Uh, apa jadinya bila saya berseteru dengan orang tua saya sendiri? Hanya karena mereka banting tulang berusaha menyekolahkan kami dan berusaha keras memberikan makanan, pakaian dan rumah yang layak untuk anak-anak mereka? Berbelas –bahkan puluhan- tahun memeras keringat demi keluarganya, yang seringkali ‘memaksa’ mereka mengorbankan segalanya. Kehidupan Akhirat sekalipun. Astaghfirullah. Semoga Allah mengampuni mereka, dan memasukkan mereka ke Jannatul FirdausNya. Amin.

Refleksi Karakter dalam Novel Ayat Ayat Cinta
Ketika membaca bab-bab awal novel ini, saya seringkali ‘bingung’ dengan karakter ini, seakan-akan terlalu ‘sempurna’ sifat-sifatnya. Meskipun Kang Abik mengatakan bahwa banyak ‘Fahri-Fahri’ di Cairo sana. Tapi, sudahlah. Saya tidak ingin mempersoalkan standard karakter yang dituliskan Kang Abik.

Pelajaran bagi saya, ketika membaca kehidupan Fahri sebelum-proses-dan-sesudah menikah adalah, begitu banyak ilmu-ilmu yang belum saya pahami. Apakah itu ilmu menjadi seorang suami yang shaleh, yang bisa membahagiakan isteri. Apakah itu ilmu mendidik istri dan anak-anak, untuk bersama-sama melangkahkan kaki ke pintu Surga Firdaus-Nya. Ilmu Fiqih dan Aqidah. Bahkan hafalan Surat Al-Quran sekalipun, padahal inilah Ayat-Ayat Cinta yang sesungguhnya dilayangkan dari Sang Khaliq kepada makhlukNya melalui hamba Allah yang terbaik, Rasulullah SAW.

Inilah yang kemudian mengetuk pintu hati saya untuk terus belajar dan terus berusaha agar menjadi suami dan ayah yang shaleh, yang terbaik untuk keluarga saya. Yang bisa menuntun dan mengajak keluarga mencapai ridha Allah, menggapai Rahmat dan MaghfirahNya kelak.

Bab 24 – Surat Dari Nurul
Di dalam Ayat Ayat Cinta, ada seorang karakter perempuan bernama Nurul, yang menyimpan perasaan sayang dan kasihnya kepada Fahri. Ia menuliskan surat kepada Fahri, menyampaikan rasa cintanya, ketika mendengar berita Fahri telah menikah dengan Aisha.

Fahri kemudian menuliskan surat balasan untuk Nurul.

Salah satu isinya sebagai berikut:

“Nurul … cinta sejati dua insan berbeda jenis adalah cinta yang terjalin setelah akad nikah. Yaitu cinta kida pada psangan hidup kita yang sah. Cinta sebelum menikah adalah cinta semu yang tidak perlu disakralkan dan diagung-agungkan. Nurul, dunia tidak selebar daun anggur. Masih ada jutaan orang saleh di dunia ini yang belum menikah. Pilihlan salah satu, menikahlah dengan dia dan kau akan mendapatkan cinta yang lebih indah dari yang pernah kau rasakan”

Ah, betul-betul nasihat yang menusuk hati. Betul-betul ini menjadi peringatan untuk diri sendiri terdahulu, sebelum menjadikan nasihat bagi saudaraku sekalian.

Wahai hati, jangan engkau terpaut dengan masa lalu. Karena sekarang kita sudah memasuki lembaran baru. Jangan samakan ini dengan mengendarai kendaraan bermotor, yang mengharuskan kita memperhatikan apa yang ada dibelakang kita. Untuk hal yang ini, lupakanlah wahai hatiku. Sesungguhnya bila engkau kerap kali hidup di masa lalu, engkau akan lupa untuk merajut masa depan yang lebih baik bersama sahabat hidup-mati mu, yang mempunyai hak yang sah atas mu.

Terima kasih isteriku, karena engkaulah jawaban atas do’a ku dari Ilahi Rabbi. Bukan dia. Bukan dia. Dan juga bukan dia.

Terima kasih atas kesabaran dan pengertian yang tercurahkan. Maafkan hati bila telah menyakiti. Dan aku berterima kasih kepada Ilahi Rabbi, karena telah memberikan hambaNya yang dhaif ini, seorang istri yang shalehah seperti engkau. Mudah-mudahan Allah memberikan aku kekuatan Iman, kesabaran, cahaya hidayah, agar pintu-pintu hati bisa terjaga dengan baik.

Di dalam diskusi yang saya baca di Dunia Maya, banyak poin yang terangkat tentang perbedaan detail film Ayat Ayat Cinta vs Novel aslinya. Saya pribadi kurang bisa berbicara tentang filmnya? Tapi, jika saya melihat kilas balik. film-film sekelas Harry Potter dan Lord Of The Rings pun tidak bisa mendekati detail tulisan Novel aslinya.

Dalam konteks Ayat Ayat Cinta, terlepas dari niat awal si Sutrada dan Penulis – apakah untuk berda’wah maupun komersil – tapi bentuk Film dan Novel menjadi media da’wah yang berbeda, dan juga mencakup target market yang berbeda.

Namun keberadaan Film Ayat Ayat Cinta, di industry perfilman Indonesia, menjadi satu benchmark baru. Yang saya harap bisa memicu sutradara lainnya untuk menghasilkan karya yang berkualitas dari segi Sinematografi dan Teknis pembuatan filmnya, dan yang lebih penting berkualitas dalam Isi dan Tema film yang dibuat.

Saya rasa cukup sampai disini. Karena istri dan saya sedang menunggu menit-menit kelahiran buah hati kecil kami.

Jika nanti ada waktu lagi, insha Allah saya akan teruskan tulisan ini. Karena masih begitu banyak hikmah yang saya dapat gali lebih jauh setelah membaca Novel Ayat Ayat Cinta.

Wassalaam.
M. Sidqie R. Djunaedi (sidqie.blogspot.com)
Rahma Ranie Kasmir
Safa Raihana Aleesha Djunaedi (Yang Menunggu Kehadirannya di Dunia).

Considering Names

Melbourne, Mar 22, ’08 11:19 PM

Baby … ayah bunda lagi nyari nama buat baby niy … bingung :P

Awalnya Ayah pengennya Safa Avisenna Rahman Djunaedi
Tapi terlalu byk nama co-nya, jadi nanti avisenna Rahman dipake untuk adek nya yang co aja yah insha Allah.
Ada Safa Raihana Djunaedi (Wanita yang Luhur dan Suci), Azka Alesha Djunaedi (Beriman dan Dilindungi Allah), dan masih banyak lagi lainnya.
Hmm, mudah2an kita bisa pilihkan nama yang terbaik yah buat baby …
Luv u dear …
wassalaam
Sidqie

Keindahan

Melbourne, Feb 11, ’08 12:46 PM

Sampai sekarang tidak pernah habis terpikir,
Ada makluk kecil bernyawa di dalam rahim kekasih hatiku,
Yang menyahut dengan tendangan-tendangan kecil,
Ketika aku berbicara kepadanya dengan suara halus diluar perut bunda-Nya,

Ah, aku tidak sabar untuk bertemu denganmu bayi kecilku,
Untaian do’a dan harapan yang mengalir agar engkau menjadi hambaNya yang shalehah,
Mendapatkan sifat2 yang terbaik dari kami darah dagingmu,
Bukan yang terburuk dari kami berdua …

Cinta-ku …
Anak-ku …

Tidak sabar aku mendengar suara tangis dan tawa-mu,
Yang akan menjadi melodi keindahan dalam lembaran hidup yang baru …

Luv dear …

Do’ain yah …

Melbourne, Jan 2, ’08 11:45 PM

Well, today was just a regular day like any other day.
Went to work this morning. Then had an appointment with the dentist to do a tooth filling.

Then, Ranie called in the afternoon.
She said she had some bleeding …

Hmmm … not good.

I picked her up, and we went to Royal Women Hospital … emergency area.
Had a doctor … did a pap-smear, and the doctor suggested that she should stay overnight at the hospital.

IF the bleeding continues tonight/tomorrow, for the next 24 hours … then they will need to do a caesarian operation on her, to lift the baby up … premature, as she’s now only 7 months pregnant // 26-27 weeks. But that is just a possibility. Otherwise, if there’s no more bleeding, she can go home tomorrow afternoon.

We called up our parents in Jakarta and in Qatar, informed them and asked for their prayers … for Ranie, for the baby, and for us all.

Thanks Acha for picking me up at the hospital so I can get Ran things at home and get back to hospital ASAP.
Thanks for Indri, Fadil and Arief for the visit and accompanied Ran while I was away to get whatever she needs for the hospital stay.
And thanks for buying the food too :P Was for the ‘big’ baby … hahaha … :D

Pray for Ran … for her and the baby wellbeing … for the best.

Time for me to reflect.

Wassalaam
Sidqie

Bukan Milik Kita

Melbourne, Nov 22, ’07 5:05 PM

Badan ini, bukan milik kita.

Jika ia milik kita, maka seorang ibu hamil mampu mengendalikan perubahan tubuh yang ada di dalam dirinya.                                                                                                           Jika ia milik-ku, maka aku akan mengerahkan segala energi agar rambut dikepala bisa gondrong dalam semalam, lemak diperut bisa menguap diganti dengan otot dalam satu jam, lutut yang sakit karena ditabrak mobil bisa sembuh, mata bisa normal kembali engga perlu dioperasi mata.

Jika ia milik engkau, maka engkau akan berupaya supaya menghentikan kulit yang mulai keriput, rambut yang mulai memutih, tulang dan gigi yang mulai keropos.

Ah … ini semua hanya titipan.

Sayang, aku, dia, kita, mereka … sering menyalah-gunakan titipan ini. Malah merusak. Malah membawa fitnah.

Maaf yah yang sudah memberikan titipan, kepercayan-Mu sudah kami sia-2kan. Mudah2an kami bisa berusaha lebih baik lagi kedepannya, dalam membawa amanah ini.

Insha Allah.

Amin.

Wassalaam

Sidqie

Life Is Weird

Melbourne, Nov 13, ’07 3:51 PM

Life is weird – in a good way – … apalagi setelah nikah Januari kemarin, and especially setelah Ranie pindah ke Melbourne July lalu. 11 thn udah gw tinggal jauh dari keluarga di Jkt / Bandung, and practically living on my own since I was 14 y.o, Tiba2, there’s a “stranger” in the house …

or, kalo mau ngenalin ke orang … ini kenalin “istri” // “suami” gw … terminologi yang masih terasa sangat asing di telinga kita berdua.

Everyday we always found something “new” …

“owh, dia marah toh kalo gw begini”

“hmmm … kalo lagi diem … ini toh maxud na”

“wah … kok makan bakso cuman sop nya doang” “… sini, bakso nya Aa abisin” –> maunya.

“Aa engga blh kebanyakan makan yg lemak2 and cabe2an… ” …

“Hoooo … kenapaaaaa?? … huaa x( … itu khan makanan wajib dari dulu???”

“Aa ngaji … nanti adek yg baca terjemahannya yah … ntar besok tukeran”

“Aa … jangan kerutin dahinya” … “Adek … adek juga ngerutin dahinya kalo lagi bobo … weekks … *cubit pipi*”

Akhirnya skarang ada yang bisa diajak masak bareng. Ada yg merhatiin dan diperhatiin. Ada yang ngingetin, ada yang diingetin. Ada yang bisa terus2an diajak shalat berjamaah. Ada yg bisa diajak becanda, bisa diajak diskusi serius.

One thing for sure, I praise Allah for letting me to be with you … Alhamdulillah. You’re everything I always pray for.

Do’a-in keluarga kita terus ya adek ku yang shalehah, yang baik, yang manja, yang lucu, yang Aa sayang …

Baby kecil … kami tunggu kehadirannya di dunia juga yah, insha Allah. Doa’kan ayah – bunda yah biar bisa jadi orang tua yang bisa mendidik kmu dan adek2 kamu kelak … insha Allah.

Wassalaam

Sidqie Djunaedi

Ngiri …

Melbourne, Nov 3, ’07 2:50 AM

“Hehehe … sayang … bobo dong, Bunda udah ngantuk ” …

“hmmm … baby, kenapa ketawa terus ngomong2 sendiri beib?”

“Iya A’ … baby na nendang2, kayak dikelitikin perut Adek … makanya agak geli”

“Hueee … Aa ngiri”

Ngiri karena bunda udah ada physical and psychological connection with the baby …
Which left us the dads … wondering what is happening inside.

Sambil bisikin ke perut Bunda
“Baby … hey sayang ku … lagi apa siy di dalem? Lagi maen2 ama bunda yah? Baby kapan mau maen ama ayah … ayah udah engga sabar baby ku … hmmm … nanti bunda nya disayang yah … ayah juga disayang … k sweetie? Muach … “
*elus2 perut bunda*

Met bobo bunda *kiss on forehead* …

I luv u baby …
I luv u bunda …

Sweet dreams ….

—–

Pregnancy is just amazing …
I cannot believe that there is a living being inside Bunda’s wombs.
God’s miracle works.
Tapi kita sebagai orang tua – even the mother – tidak bisa mengontrol sama sekali ttg pertumbuhan baby yang ada di dalam..

Tiba2 … jadi ajah baby nya.
Engga repot2 mesti “ngerakit” apa dan harus kemana.

Semua udah diatur oleh Allah.

I can’t imagine if we have to … bisa2, mungkin takes time more than 9 months, dan engga tidur-tidur.

Subhanallah.

Jadikanlah anak kami anak yang shaleh/ah,
Yang berbakti kepada Orang Tua, Keluarga, Masyarakat, Negara dan hanya kepada-Mu ya Allah.

Amin.

« Previous entries
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 180 other followers